Aku dan Waktu

Jika kuberharap waktu akan menjawab,
sepertinya ia akan berteriak
“Salah siapa, datang kok terlambat!”
Lalu barulah aku tahu,
waktu tak akan berpihak kepadaku. Maka, maafkanlah aku yang terlambat hadir di hidupmu.

Untitled #1

I used to think that every girl shouldn’t show her weakness if she doesn’t want to get hurt. I used to. Karena beberapa kejadian malah menunjukkan kepadaku yang sebaliknya. Perempuan kuat pun kadang menjadi sasaran untuk disakiti. Kenapa? People know she can handle it. Dia bisa bangkit, seberapa pun sakitnya yang dia rasakan. People doesn’t have to think twice to hurt her. Karena dia selama ini telah menunjukkan kemampuannya untuk bertahan. Namun, perempuan tetaplah perempuan. Sekuat apapun ia menahan, there’s always a limit for everything. Sedih dan kecewa pun dapat ia rasakan jika batas itu sudah terlewatkan. Bedanya adalah strong girl know how to fix herself. Now I’m trying to be one of them.

Persembahan

Persembahan untukmu yang merangkul kami selama satu tahun ini, kakak-kakak 2012

Satu tiang terpancang
Berdiri kokoh tak bergetar
Bagai itulah kebersamaan kita
Kita tidak terkenal, tapi kita saling mengenal
Kita tidak kuat, tapi kita saling menguatkan
Kita tidak hebat jika sendirian, tapi bersama kita menjadi berarti
Satu rumah tak mewah namun nyaman
Bagai itulah Himagika kita
Kecil dan sederhana
Namun menghangatkan
Tempat belajar dan tempat mengabdi serta berkontribusi
Kita tidak pernah iri akan hijaunya rumput tetangga
Karena kita bisa membuat rumput yang lebih hijau lagi
Keluarga tidak akan meninggalkan satu sama lain
Selalu kita buka pintu untuk anggota keluarga baru
Tapi pintu tidak pernah tertutup untuk mereka yang ingin pulang

Disampaikan pada Ignition 2014, momen untuk menghantarkan kakak-kakak pengurus Himagika 2012 dan menyambut adik-adik 2014
Yogyakarta, 30 November 2014

Padamu

Aku tidak pernah marah padamu

Kecewa tak melintas di rasaku

Karena aku yakin, yang Benar tidak selamanya Baik

Begitupun aku yakin, yang Salah belum tentu Tidak Baik

Mereka memang merenggut kebersamaan kita

Namun tak mampu mencuri rasa banggaku

Padamu

Dear Dave

My dear Dave,

I’ve known you since I was twelve years old. The first moment I saw you were kind of unexpected. It was just another night I spent on watching TV and then you came to sing. Nothing special but I just knew something might happen later.

Dave, what I try to say right now is, I don’t know why, but your songs influence me to hope. Hope for something impossible. I was thirteen years old that time when I heard ‘Crush’. I experienced my very first crush back then and it was similar with ‘Crush’ lyric. I listened to ‘Crush’ everyday, singing a part of it repeatedly,

“Has it ever crossed your mind? When we’re hanging spending time, girl. Are we just friend? Is there more? Is there more?”

I went through, day by day, with a hope inside of me. Someday he will realize, he will realize. Unfortunately, it turned to be nothing. “Am I crazy or falling in love? Is it real or just another crush?” It was not real and just another crush.

When I was down because of broken-heart-things, I listened to ‘A little too not over you’. It just described my feelings in some ways. But, Dave, the thing is someone who broke my heart was not real. I mean, he IS real, but what I thought about him is unreal. I was having illusion, you can call me delusional girl, I had my own imagination then it proved to be unreal and then it just happened, the broken-heart-thing. Maybe I have to revise your title to be ‘A little too not over my own imagination’.

After that, there was a time when I fell in love with a boy, it was real this time. He was sweet and kind, dreamlike type. He was similar with ‘Angel’ in your song.

“Through it all, she offers me protection, lots of love and affection, whether I’m right or wrong”

In love with an ‘Angel’ was amazing after what I’ve been through before. He made me completely in love, but then I realized…. The ‘crush’ and the ‘a little too not over you’ were waiting for me afterward.

After years until now I underwent the same mechanism in my love life. I had ‘crush’ – I broke my heart and I thought I was ‘a little too not over you’ – I met another person, like an ‘angel’ – then back again to the ‘crush’ and so on.

You know, your songs gave me hopes, sometimes made my imagination grew stronger, when it turned down your songs made me think “I’m not over it”, and then it just happened repeatedly.

Dave, don’t be mad, but I think I have to stop. Stop listening to your songs “for purpose”. My hopes grow unsustainably whenever I listen to your songs. I think I should listen to your songs freely without purpose on gaining hopes from now on. Let me stop at ‘A little too not over you’ today, and start over with nothing.

Dave, thank you for your songs. They were sung so beautifully. So beautiful that people can feel the meaning of the song. You have to know, I will grow stronger than ever. I won’t let my imagination rule me. I can stand day by day without hoping.

Sincerely yours,

Your fan girl.

Sebuah.. Ocehan?

Tulisan ini, entah sajak ataukah cuma sekedar ocehan seperti judulnya, saya publish di facebook pada tanggal 9 September 2009. Saya sendiri tidak tahu kenapa seorang anak 14 tahun bisa-bisanya menulis yang seperti ini hahaha. Sepertinya ada kekuatan tersendiri yang mendorong saya berpikir kreatif pada malam hari sehingga lahirlah tulisan ini. Hingga sekarang tulisan ini masih sering saya kenang karena saya sendiri bingung, “kok bisa ya?”

mereka tak pernah menegaskan kepadaku
apa arti mimpi
karena aku tak pernah bertanya
apakah arti sebuah bayang tanpa terjadi kenyataan

tak pernah ada yang mau
membuka kelopak mataku agar lensa-nya menerima cahaya
tak pernah ada yang mau
meniupkan kata-kata dengan pelan di telinga ku agar stapes-nya meneruskan getaran
getaran suara nan lembut, terasa hanya sebagai fatamorgana di siang hari

semuanya terus terjalin
hingga membuatku penat sendiri di hati
sengsara yang mengekang dari dini hingga kini
perasaan itu, tertiup angin bersama debu di jalanan kering pada musim kemarau
seiring dengan kau datang sebagai hujan yang membasahi jalanan itu

apa yang kau lakukan?
aku masih ingin ber-fatamorgana!
aku masih ingin tersenyum kecut menyadari kecilnya diri ini
tapi sekeras apapun aku menyeret suaraku
tapi sebesar apapun aku menampik langkahku
satu yang tak bisa ku pungkiri

sekarang kau ada di sini. bersamaku. menemaniku
🙂

[The perfect messed up bedroom – 22:48]