Aku hari ini…

lals

Kehidupan adalah sebuah siklus dimana seseorang akan selalu tumbuh dan berkembang sepanjang hidupnya. Kehidupan adalah sebuah perjalanan dimana seseorang akan selalu melangkah menuju masa depan meninggalkan masa lalunya. Kehidupan adalah sebuah pelajaran dimana seseorang akan selalu mengambil hikmah atas kegagalannya dan bersyukur atas keberhasilannya.

Aku hari ini adalah hasil tumbuh dan berkembangnya diriku dari bayi, balita, anak-anak, remaja dan sekarang dewasa. Aku hari ini adalah hasil dari tempaan masa lalu. Kegagalan, ketakutan, dan trauma menguatkanku. Pencapaian dan keberhasilan membentukku. Aku hari ini adalah berkat aku di masa lalu.

Maka, hari ini aku akan berterima kasih kepada beberapa orang yang berperan penting dalam hidupku sejak 20 tahun yang lalu hingga sekarang:

  1. Lala Sri Fadila usia 5 tahun – yang telah menjadi anak kecil yang tumbuh sebagai bocah yang ceria dan tidak takut berkata jujur kepada siapapun, walaupun pada akhirnya setelah umur 5 tahun ini (entah mengapa) Lala kecil berubah menjadi bocah yang pemalu dan pendiam. Yang telah tuntas belajar membaca, menumbuhkan hobi membaca, dan mulai belajar bahasa Inggris sejak usia ini, walaupun sederhana tetapi manfaatnya terasa hingga sekarang.
  2. Lala Sri Fadila usia 10 tahun – yang telah berusaha menjadi anak yang mandiri, tidak takut ketika jauh dari orang tua dalam kesempatan jambore cabang dan jambore daerah (dan hampir jambore nasional) waktu itu. Yang telah dengan senang hati mencoba berbagai macam lomba dari akademik, seni, olahraga, dan agama. Yang telah menumbuhkan mental pantang menyerah walaupun gagal berkali-kali.
  3. Lala Sri Fadila usia 12 tahun – yang telah berani bertindak out of the comfort zone, memutuskan untuk mendaftarkan diri di SMP dalam program tertentu sendirian tanpa teman dari SD yang sama.. Dari sini aku belajar untuk tidak selalu bergantung kepada orang lain.
  4. Lala Sri Fadila usia 14 tahun – yang telah menemukan seseorang yang bernama ‘cinta pertama’, karena dimulai dari dirinya lah aku belajar banyak tentang cinta, kasih sayang, kesabaran, dan kekecewaan. Hingga sekarang.
  5. Lala Sri Fadila usia 17 tahun – yang telah belajar banyak dari masa kanak-kanak dan remaja sampai masuk ke tahap hampir dewasa. Dengan pencapaian terbesarnya, berhasil masuk universitas impian walaupun melewati masa-masa sedih dan lelah.
  6. Teman-teman dan sahabat dari kecil hingga sekarang – mungkin aku adalah teman paling kurang ajar yang ada di dunia, cuek-tidak pedulian-dan terlihat sering melupakan. Tapi kalian harus tahu aku akan berusaha menjadi teman yang baik untuk kalian, walaupun kita jarang bertemu dan jarang menyapa. Ketahuilah bahwa aku pada dasarnya adalah orang yang bebas, tidak suka terikat, maka pahamilah jika aku suka ‘berjalan’ kemana-mana.
  7. Kakak-kakakku – yang meskipun menyebalkan dan suka memanfaatkan si bungsu ini tetapi aku tahu you both are beyond amazing!
  8. Ayahku – yang terkadang mempunyai kecemasan di luar batas kewajaran tetapi aku tahu itu karena Ayah sayang aku. Yang sudah melarangku untuk sekolah di luar kota sebelum kuliah sehingga aku tidak menyesal telah menghabiskan banyak waktu di rumah, untuk selalu berkumpul bertiga dengan Ayah dan Ibu setiap hari di ruang TV ataupun meja makan, saling bercerita. Yang telah mengabulkan banyak, banyak sekali permintaanku, tidak pernah lupa untuk membelikan sesuatu setiap pulang dari luar kota (sejak aku balita hingga aku SMA), membelikan buku-buku yang banyak sebagai alat bantuku belajar, membelikan berbagai benda sebagai sarana untuk aku mengembangkan hobi. Yang telah mengajarkan banyak hal kepadaku, dan salah satunya menunjukkan seperti apa dunia politik itu sebenarnya.
  9. Ibuku – yang selalu berurai air mata di dalam doanya setiap malam, selalu berdoa untuk kebaikan anak-anaknya. Yang sedihnya dan takutnya lebih daripada diriku sendiri ketika aku di masa-masa perjuangan masuk universitas. Yang sedihnya dan takutnya lebih daripada diriku sendiri ketika aku mendapatkan nilai cukup mengecewakan di salah satu mata kuliah. Yang kasih sayangnya tanpa henti untuk anak-anaknya. Yang membentuk karakter dasarku. Yang…tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata.

Dan untuk seseorang yang terakhir, yaitu Lala Sri Fadila usia 19 tahun, nikmatilah hari ini sebagai hari terakhirmu di usia belasan. Terima kasih untuk segala pengalaman sejak satu tahun kemarin, banyak sekali pelajaran dari kegagalan yang dapat kuambil. Banyak sekali kejadian yang membangun karakterku untuk selalu berkembang.

Aku hari ini bukanlah siapa-siapa tanpa kalian semua.

Terima kasih.

*dan untuk semua orang yang tidak dapat kusebut satu per satu, terima kasih banyak*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s