Kepada Langit Manakah Aku Harus Tertuju?

amni

Kepada langit manakah aku harus tertuju,

Langit utara -yang cerah dengan lazuardinya- kah?

Dengan semburat jingga menambah sinarnya

Terang. Tenang. Menjanjikan kepastian.

Yang jika aku bernaung kepadanya

Tenteram akan melindungiku

Tidak ada ancaman halilintar, walau sepersekiandetik pun

Terang. Tenang. Menjanjikan kepastian.

Begitulah langit utaraku,

Seakan Ia menawarkan jaminan

“Tak kan kubiarkan setetes air hujan pun membasahimu”

Terang. Tenang. Menjanjikan kepastian.

 

Kepada langit manakah aku harus tertuju,

Langit malam tenggara -yang bertabur bintang- kah?

Dengan benda bulat yang bersinar menambah pesonanya

Gelap. Sepi. Penuh misteri.

Yang selama ini hanya dapat aku dambakan

Namun tak pernah dapat aku jangkau

Hanya pandangan kekaguman yang bisa kutujukan padanya

Gelap. Sepi. Penuh misteri.

Begitulah langit malam tenggaraku

Seakan Ia berkata padaku

“Bermimpilah untuk terbang meraihku”

Kadang membuatku berpikir skeptis. Sinis.

Di saat yang sama membuatku berpikir realistis

Gelap. Sepi. Penuh misteri.

Tapi ini hanyalah sebuah pikiran tentang

Kepada langit manakah aku harus tertuju?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s