Hujan Pernah Menyatukan Kita di Kala Kanak-kanak

Image

Ada masa dimana aku sangat membenci hujan
Hari itu hujan menyelip di antara siang
Kau acuhkan seorang anak kecil yang bergumam kedinginan
Kau biarkan dia mengisi hatinya dengan kekecewaan
Mungkin ia terlindung dari bulir hujan besar di luar rumah
Tetapi tidak bisa ia hindari hujan kecil di pipinya
Ketika ia meringkuk kaku di teras rumah sambil mengucapkan “ampun”
Atas sikap kekanakan yang dimiliki seorang anak kecil sepertinya

Ada masa dimana aku sangat mencintai hujan
Sore itu hujan kembali dari hiatusnya
Kau ajak seorang anak kecil merasakan
Sejuknya tetes hujan yang mengalir
Melintasi setiap lekuk tubuh
Kalian tanggalkan semua pakaian dan mulai berlari
Mengelilingi gang kecil tempat rumah kalian berada
Sungguh hanya tawa dan hawa dingin yang terasa
Nikmatilah! Karena enam tahun lagi kau tak akan bisa melakukan hal yang sama
Di saat kau sudah menjadi remaja dua belas tahun
Kau akan sibuk dengan sekolahmu di pulau sana
Dan tak akan lagi sempat mengajak anak kecil itu bermain di bawah hujan

Jog, 30/10. Di kala hujan. Di kala merindukan keluarga di rumah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s